Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan

Masjid Agung Tongxin Saksi Berdirinya RRC

Written By agus on Jumat, 02 September 2016 | 20.24


Oleh: Agus Nurhakim, MA., M.Pd.I

Masjid Agung Tongxin menjadi saksi sejarah berdirinya Republik Komunis Cina. Pada Oktober 1934 hingga 1935, Muslim Hui melakukan kontak pertama dengan kelompok revolusi Partai Komunis Tiongkok dalam upaya penggulingan kaisar terakhir Cina Dinasti Qing. 
 
Muslim Hui di Tongxin pada saat itu memiliki hubungan penting dengan pasukan merah Komunis Tiongkok dalam gerakan revolusi. Pada saat 1936, wilayah Yuwang Bao yang kini berada di wilayah Tongxin merupakan lokasi markas Front Pasukan Merah Pertama. 

Setelah terjadi pengepungan oleh pasukan nasionalis yang mendukung gerakan Kuomintang Sun Yat-Sen. Pasukan Merah kemudian berlindung di beberapa bangunan di wilayah Tongxin, termasuk di antaranya, Masjid Agung Tongxin. Perlindungan yang diberikan Muslim Hui ini menjadi jasa besar bagi Partai Komunis Tiongkok.

Pada Oktober 1936, sebuah pertemuan publik diadakan di Masjid Agung Tongxin dan disepakati oleh pemerintahan komunis pertama. Daerah Ningxia dan Tongxin pun menjadi daerah otonom pertama pada era Komunis Tiongkok. Walaupun daerah otonomi tersebut tidak berumur panjang, ini telah berhasil melindungi bangunan Masjid Agung Tongxin dari kehancuran selama Revolusi Kebudayaan oleh Partai Komunis Tiongkok.

Jauh sebelum Islam menyebar di nusantara, kekaisaran Cina telah menerima Islam menjadi salah satu kepercayaan penduduknya. Islam pun telah diakui menjadi keyakinan masyarakat Cina pada era Dinasti Ming (1368-1644 Masehi). Salah satu bukti bahwa peninggalan Islam tersebut, Masjid Agung Tongxin yang berada di Daerah Otonomi Suku Hui di Ningxia.

Masjid Agung Tongxin ini merupakan satu di antara banyak masjid peninggalan Islam di tanah Cina. Masjid yang dibangun pada 1573 pada masa pemerintahan Kaisar Wanli Ming (1563-1620) dan dibangun kembali sekitar 50 tahun kemudian di bawah Dinasti Qing. 
 
Masjid ini menjadi kebanggaan etnis Muslim Hui hingga sekarang. Saat ini, Masjid Tongxin pun menjadi salah satu masjid terbesar di wilayah yang saat ini disebut Otonomi Hui Ningxia. Masjid Agung Tongxin dinilai istimewa karena menyimpan perjalanan panjang perbauran Islam di dataran Cina. 

Profesor Ibrahim Wenjiong Yang dari Lanzhou University mengatakan, masjid ini merupakan bagian penting dari identitas Muslim Hui di Ningxia. Masjid ini juga menorehkan sejarah perjuangan Muslim Hui semasa Revolusi Kebudayaan. Dari sisi arsitektur, masjid ini menggabungkan unsur tradisional etnis Han-etnis mayoritas Tiongkok ke dalam arsitektur Hui Islam.

Gaya masjid ini serupa dengan model bangunan-bangunan awal di Tiongkok wilayah pesisir, lengkap dengan gaya struktur kayu tradisional yang dipadukan dengan penggunaan bata bata lengkap dengan ukiran seni Arab. Kompleks Masjid Agung Tongxin dibagi menjadi halaman dalam dan luar. Secara keseluruhan, bangunan masjid terbagi menjadi lima ruangan yang cukup luas, beberapa ruangan dibangun dengan gaya konstruksi paviliun dengan ruang pelayanan di bagian depan.

Bangunan utama masjid adalah ruang shalat dan dapat menampung sekitar 800 hingga 1.000 jamaah secara keseluruhan. Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 3.432 meter persegi dengan ketinggian fondasi 23 meter. Struktur bangunan mengarah ke sepanjang sumbu dari timur ke barat yang mengarah ke pintu gerbang. Di bagian depan, terdapat gerbang utama yang berukuran lebar 10 meter dan tinggi 20 meter.

Atap gerbang utama ini seperti layaknya bangunan atap khas Tiongkok. Selain itu, gerbang ini memiliki tampilan ubin berukir bertuliskan Arab dan aksara Cina bertuliskan “Masjid Jami Tongxin”. Di samping kanan ubin bertuliskan Arab “La Ilaha Illa Allah” dan sebelah kiri bertuliskan Arab “Muhammad Rasulullah”. Memasuki halaman masjid, terdapat sebuah tembok prasasti dengan tulisan yang sama, namun terdapat motif kaligrafi bundar khas etnis Hui.

Masjid Agung Tongxin memiliki halaman yang cukup luas. Halaman masjid yang cukup luas ini ternyata memiliki sejarah panjang perjuangan etnis Hui dan gerakan komunis Tiongkok pada 1936.

Selama Revolusi Kebudayaan, bangunan masjid dilindungi oleh Muslim Hui atas kesepakatan bersama kelompok Komunis sebagai situs sejarah perjalanan revolusioner. Dengan demikian, Masjid Agung Tongxin beserta arsitektur dan dekorasi uniknya ini menjadi satu-satunya bangunan besar Islam di Ningxia yang selamat dari kehancuran selama Revolusi Kebudayaan.

Sumber: Republika

Saudi Siapkan 200 Masjid di Jerman

Written By agus on Selasa, 10 November 2015 | 17.09




Arab Saudi berinisiatif akan menawarkan pembiayaan untuk membangun 200 masjid di Jerman untuk para pengungsi  gunakan. 200 Masjid Saudi diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam kebangkitan Islam di Barat dari berawal untuk mengakomodasikan sekitar satu juta migran  di Jerman.
Apakah ini sebuat strategi yang bagus bagi umat Islam, Wallahu alam
Atau persis seperti apa yang pernah dikatakan oleh Erdogan mengenai kekuatan dan pengaruh Masjid di negeri eropa , “Masjid-masjid adalah barak kami, kubah adalah helm kami, menara adalah bayonet kami dan jamaah Masjidnya adalah  tentara setia kami.”

Sumber: eramuslim.com

AKP Menang Dalam Pemilu




AKP, Partainya Erdogan memenangkan pemilu parlemen Turki yang digelar hari Minggu, 1 November 2015, dengan kemenangan telak 49,41% suara atau 316 kursi parlemen (57,45% dari 550 kursi). Dengan demikian AKP kembali berkuasa penuh di pemerintahan Turki.
Berbagai upaya menghancurkan AKP gagal. Strategi Israel mendukung Partai Kurdi gagal, begitu juga dengan lobi Iran, rezim Suriah, EU-USA mengalami kebuntuan. Propaganda besar-besaran media-media barat gagal total. Para pendukung AKP sontak turun ke jalan-jalan merayakan kemenangan. Bendera Palestina mereka kibarkan.
Ketua AKP yang juga Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu menyampaikan sambutan di depan pendukung partainya di kota Konya, kota kelahirannya.
“Kemenangan ini bukan kemenangan kita. Ini adalah kemenangan umat kita. Semoga Allah Taala memberkahi semua pihak yang berjasa dalam kemenangan ini,” ujarnya seperti dikutip kantor berita Turki Anodulu Agency, Ahad (1/11/2015).
Ini memang kemenangan yang mendebarkan. Seluruh mata dunia tertuju ke Turki, karena Turki adalah pemain kunci dunia Islam.
“Mabruuuk untuk rakyat Turky, untuk rakyat Mesir, Palestine dan Suriah. Arab spring telah kembali,” kata pengamat Timteng Hasmi Bakhtiar.

Sumber: eramuslim.com

Turki Kucurkan 1,5 Juta Dollar Untuk Biaya Operasional Rumah Sakit di Gaza




Menteri Kesehatan Palestina Dr. Jawad Awad pada hari Senin (9/11) mengumumkan tentang pemberian donasi Turki untuk menutupi belanja kebutuhan bahan bakar untuk rumah sakit-rumah sakit pemerintah di Jalur Gaza senilai 1,5 juta dolar.
Pengumuman tentang donasi Turki ini disampaikan dalam pertemuan yang diadakan Dr. Awad di kantornya di Ramallah, wilayah tengah Tepi Barat, dengan Konsul Umum Turki di al Quds, Mustafa Sarnaij.
Dalam keterangan persnya, Dr. Awad mengatakan, “Hari ini telah disampaikan kepada kami persetujuan pihak Turki untuk menutupi belanja kebutuhan bahan bakar untuk rumah sakit-rumah sakit pemerintah di Jalur Gaza senilai 1,5 juta dolar, selain untuk menutupi kebutuhan obat-obatan yang mendesak.”
Dia menambahkan, “Pelaksanaan donasi ini akan dilakukan melalui kerjasama dengan organisasi kesehatan internasional dan dilakukan dengan secepat mungkin.”
Dia menyebutkan bahwasanya telah disepakati pemberian daftar proyek-proyek dan kebutuhan yang memiliki priorita bagi kementrian kesehatan kepada pihak Turki, di mana pemerintah Turki akan melaksanakannya “semampunya”.

Sumber: eramuslim.com

Analis Rusia Sebut Amerika Enggan Habisi Mujahidin Suriah




Peneliti urusan Timur Tengah asal Rusia, Charmaine Narvana, mengatakan bahwa rencana AS untuk menyelesaikan konflik secara damai adalah sebab utama negara tersebut gagal dalam menghadapi mujahidin di Suriah.
Pernyataan ini dikatakan Charmaine Narvana dalam wawancaranya dengan stasiun televise RT mengenai alasan utama gagalnya Amerika Serikat dan koalisi internasional di Suriah.
“Sejak awal AS tidak ingin memerangi dan menghabisi mujahidin Suriah. Inilah yang menjadikan mereka hingga saat ini gagal dalam perang melawan kelompok ekstrimis yang mencoba gulingkan Bashar Al Assad,” ucap Charmaine.
Charmaine melanjutkan, “Mereka kini telah gagal. Bukan karena tidak mampu mengkoordinasikan antara serangan udara, laut dan darat, akan tetapi setiap negara yang ikut berpartisipasi di koalisi ini memiliki kepentingan yang berbeda.”
Perlu diketahui bahwa sejumlah pengamat menyebut kehadiran Rusia di Suriah sejak 30 September kemarin adalah bukti secara tidak langsung kegagalan Iran dan milisi Syiah mendukung rezim Bashar Al Assad sejak tahun 2011 lalu.

Sumber: eramuslim.com

Kisah Berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng



 
Berita Islam: “Jika suatu amal tidak dilandasi keikhlasan maka tidak akan tambah kecuali kegelapan di dalam hati”. Demikian kutipan kitab Al Tanbihat Al Wajibat yang tertempel di muka halaman kompleks makam Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari dan keluarga di Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Diwek, Jombang, Jawa Timur.
Kutipan sederhana itu tertulis di atas papan kayu. Konon kata bermakna ini menjadi pemicu hasrat Hasyim Asy’ari untuk mendirikan pondok pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa Indonesia. Salah satunya Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang tak lain cucu dari Syeikh Hasyim Asy’ari.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Sholahudin Wahid mengaku banyak mendengar cerita dari kakak ataupun sang ayah, K.H Wahid Hasyim.yang mengisahkan tentang perjuangannya mendirikan pondok pesantren tersebut. Kala itu, pendirian pondok menjadi salah satu simbol perlawanan terhadap kemaksiatan dan penjajahan yang mendera saat itu.
Ia mengungkapkan, sang kakek tak hanya menerima intimidasi dari para preman pelindung lokalisasi, pertentangan keras juga datang dari penjajah Belanda yang saat itu tengah berkuasa.
“Ini (simbol) perjuangan. Perjuangannya berat. Tidak mudah. Belanda saat itu ya tentu juga tidak mendukung pastinya,” kata pria yang akrab disapa Gus Solah saat ditemui Liputan6.com di Jombang, Jawa Timur, Minggu (8/11/2015).
Adik kandung Gus Dur ini mengisahkan bahwa dulunya lokasi pondok pesantren merupakan lokalisasi dan bedeng-bedeng. Di Desa Cukir, banyak ‘kupu-kupu malam beterbangan’. Selain itu, banyak pula pabrik milik Belanda yang gagah berdiri.
Jika para buruh dan petinggi buruh itu menerima gaji, mereka langsung menghabiskannya di tempat ini. Mereka menghamburkannya dengan perbuatan maksiat.
“Dulu kan bukan tanahnya pesantren ya. Di situ dulu kan ada pabrik. Nah biasanya kalo mereka sudah gajian banyak yang menghabiskan uangnya untuk maksiat disini. Tapi sekarang sudah tidak,” beber mantan Wakil Ketua Komnas HAM itu.
Sementara di lokasi makam Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat meneteskan air mata. Dia terkenang dengan sosok Hasyim Asy’ari yang dinilainya sebagai sosok pahlawan yang perlu dicontoh. Banyak yang bisa diambil dari perjalanan hidup sang kiai.
“Mbahnya Gus Dur (K.H Hasyim Asy’ari) itu pendiri NU. Jadi kalau besok Selasa, Hari Pahlawan itu di kota Pahlawan. Itu untuk pertama kalinya. Itu karena beliau sosok berpengaruh dan tokoh sentral Hari Pahlawan di Surabaya,” ungkap Khofifah dengan suara gemetar.
Ia menuturkan KH Hasyim Asy’ari juga salah satu tokoh yang mempelopori pergerakan perlawanan untuk mengusir penjajah Belanda.
“Ya mbah Gus Dur itu yang menggerakan perlawanan untuk mengusir penjajah,” tutup Khofifah yang juga memondokkan anak keempatnya, Ali Managalih Parawansa, di Ponpes Tebuireng.
Di dalam pondok, selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, juga ada pelajaran umum yang dalam struktur kurikulum. Pesantren yang didirikan pada 1899 ini juga banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat, baik sosial juga yang utama dalam dunia pendidikan Islam.

Sumber : Liputan6.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HUKUM ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger